Saya suka banget nonton The Nanny, serial TV tahun 90-an tentang nanny cantik keluarga produser Broadway Maxwell Shefield. Serial The Nanny diputar lagi di Hallmark setiap jam 7 pagi, jam 6 sore dan jam 11 malam. Walaupun sudah ditonton pagi hari, sore dan malam saya pasti nonton lagi. Saya suka karena nonton The Nanny gak perlu pake mikir. Kadang konyol memang dan yang pasti banyak ketawanya. Ciri khas yang gak mudah dilupakan, ya itu … suara sengaunya Fran Fine.
Sisi menarik The Nanny adalah karena menceritakan hal-hal sehari-hari yang mungkin jadi gak jauh dari kehidupan penonton. Konflik yang diciptakan sifatnya sehari-hari dan sangat manusiawi. Materi cerita juga sangat ringan (gak perlu mikir, pas untuk orang kayak saya). Tokoh-tokoh yang ada memiliki karakter menarik dan agak aneh memang. Tapi menurut saya kenapa The Nanny enak ditonton, karena (dulu) saya selalu penasaran apakah Fran Fine akan menikah dengan Maxwell Shefield. Dan yeah .. seperti kita semua tahu, mereka akhirnya menikah setelah melalui pasang surut emosi dan dorongan kanan kiri dari orang-orang di sekitarnya.
Walaupun The Nanny adalah komedi situasi tetap ada pesan yang disampaikan. Betapapun konyolnya keluarga besar Fine, mereka tetap penganut agama yang taat. Maxwell sebagai bos sangat baik menghargai orang-orang yang bekerja dengannya. Sebagai nanny, Fran sangat perhatian terhadap anak asuhnya, walaupun misi utamanya tetap mengejar bapaknya.
Suami saya pernah bertanya saat saya sedang nonton The Nanny, “apa sih yang menarik?”, ujarnya sambil melihat ke arah TV. Dan tawa suami saya segera terdengar saat Niles dengan suka cita bergembira karena berhasil mengerjai Cee Cee Babcock.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.